Belajar Membuat Kompos di Rumah

Our Homeschooling Journey

Post Page Advertisement [Top]

Hallo Sahabat,

Pada Hari Kamis tanggal 28 November 2019 yang lalu berlokasi di El Samara Coffee and Space (http://elsamara.id/ saya didaulat menjadi pembicara dalam sebuah acara yang berjudul "Bincang Asyik Seputar Zero Waste Chapter Komposting, Membuat Kompos dari Limbah Rumah Tangga

El Samara merupakan coworking space keren yang berlokasi di Jalan Mawar No. 9, Mangkubumen, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Acara ini merupakan event Mommydate yang diselenggarakan oleh Playdate Solo Raya. Playdate Solo Raya merupakan komunitas Ibu-Anak dari kota Solo yang menyelenggarakan berbagai kegitan positif bagi Ibu dan Anak. Komunitas ini di gawangi oleh mbak Era Wijaya (www.sapamama.com) dan mbak Eno Wibowo (IG: eno.wibowoo).

Ini adalah kali ke tiga saya diundang sebagai pembicara, sebelumnya saya pernah menjadi pembicara di Pelatihan Daur Ulang Kertas di Warung Perancis, UKSW, Salatiga dan Pelatihan Daur Ulang Kertas di Taman Cerdas Jebres, Solo. Pengalaman saya sebelumnya membuat saya ingin mendalami ilmu Public Speaking, oleh karena itu sebelum acara berlangsung saya sengaja membeli buku tentang Publik speaking karangan Larry King dan sebuah buku yang saya baca dari aplikasi IPUSNAS. 

Kalimat yang saya ingat dari kedua buku ini adalah "ketika menjalankan Public Speaking atau berbicara didepan umum sering kali kita gugup untuk berbicara didepan umum karena kita menuntut terhadap diri kita untuk tampil sempurna padahal hal itu tidak wajar, sangat wajar untuk berbuat kesalahan. Lalu audience kita adalah juga manusia yang bisa saja salah dan bahkan gugup ketika bertemu orang yang baru, jadi relax saja :). Sepertinya tips inilah yang membuat saya cukup tenang dan berani berbicara didepan umum untuk acara kali ini. Lebih tenang daripada ketika saya jadi pembicara untuk pertama kalinya.


Sebelum acara berlangsung, saya sebetulnya sudah diberitahu kalau pesertanya ibu-ibu/remaja, namun tidak menyangka anak-anak juga datang hehehe..Iya wajar sih..Untunglah panitia bisa mengkondisikan anak-anak untuk bisa sibuk dengan kegiatan bermain sehingga ibu-ibu mereka bisa fokus mendengarkan saya berbicara. Material yang saya siapkan dari rumah sepertinya agak kepanjangan sehingga lain kali mungkin saya buat lebih singkat namun padat. Mengingat waktu yang diberikan hanya kurang lebih satu jam.


Materi yang saya sampaikan menggunakan Presentasi Power Point dan materi ini dibagikan ke peserta pelatihan gratis. Tema yang diusung kali ini adalah membuat Kompos dari limbah rumah tangga dan praktek membuat Komposter. Mengapa? Karena saya ingin berbagi kepada orang lain bagaimana membuat kompos yang benar, karena sebetulnya komposting itu mudah dan bisa dilakukan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Komposting juga memiliki banyak manfaat yaitu mengurangi jumlah sampah yang kita kirim ke TPA lebih dari 50%. Limbah rumah tangga mendominasi hampir 60% sampah di Indonesia dan kalau dilakukan dengan tepat, komposting bisa mengurangi emisi Karbon dan Gas Metan. Komposting juga bisa memperlambat laju pemanasan global / perubahan iklim.

Saya senang foto ini melihat ibu-ibu tertawa ringan. Saya ingat pertanyaan yang bikin ketawa yaitu bagaimana pengelolaan limbah minyak jelantah dirumah saya. Saya cerita kan kegagalan saya membuat sabun minyak jelantah dari sisa menggoreng ikan yang mengakibatkan sabunnya parfum ikan asin hehehehe..

Lalu bagaimana dengan limbah sisa nasi dan sayur basi? Saya jawab berikan ke ayam/peliharaan. Ternyata disambut dengan derai tawa karena rata-rata ibu ini tinggal diperumahan padat penduduk hehehe...

Memang kalau untuk sampah basah sejenis ini memang butuh solusi bersama ya karena sampah seperti sisa nasi / sayur basi tidak bisa terlalu banyak ditambahkan kedalam komposter karena mengakibatkan kompos kita bau. Sisa sayur juga mengandung lemak dan lemak ini sulit terurai.  Solusinya ya menurut pengetahuan saya ya jika kita tinggal diperumahan memang perlu inisiatif dari pihak perumahan untuk memelihara ayam, ayam ini merupakan makluk yang sangat efektif dan dapat membantu manusia mengurangi sisa sampah nasi/sayur. Ayam juga bisa membantu proses pengomposan bahan bahan organik karena sifat mereka yang suka mencakar-cakar tanah.

Praktek membuat komposter dari ember cat bekas serta bagaimana membuat lapisan kompos yang benar yaitu terdiri dari sampah kering, limbah dapur, ditutup sampah kering lagi lalu disemprot EM4 (Bioaktifator). Bioaktifator merupakan cairan yang mengandung ragi, mikroorganisme pengurai yang mempercepat proses dekomposisi Limbah Rumah Tangga. Kelebihan komposter cat bekas ini adalah bahannya mudah didapat, bisa menghasilkan dua jenis pupuk yaitu pupuk padat dan pupuk cair, dan bisa ditumpuk untuk menghemat ruang, terutama bila kita tinggal diperumahan yang lahannya terbatas.


Acara juga dimeriahkan dengan pembagian komposter dan EM4 bagi tiga peserta yang beruntung. Komposter ini dilukis dengan bantuan anak saya supaya tampil cantik. Oh ya teman-teman di wilayah Solo yang membutuhkan Komposter Lukis bisa hubungi saya ya *PROMOSI MODE ON*.


Acara diakhir dengan sesi foto bersama peserta. Semoga ilmu yang didapat bisa segera dipraktekkan ya :). Terimakasih Playdate SoloRaya telah mengundang saya, semoga bisa ketemu lagi dalam event berikutnya!

Jika komunitas Anda membutuhkan seorang pembicara dibidang daur ulang, silahkan hubungi nomor dibawah ya...

Ibu Chandra Malini
WA 0888-1243-218 / Email: handmademalini@gmail.com



No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib